Sabtu, 24 November 2012

Penyebab burung “membisu”



Banyak sekali pertanyaan tentang mengapa burung cuma ngeriwik, atau bunyi cuma pagi hari, atau hanya gacor kalau di rumah tetapi tidak gacor di lapangan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah.
Sekali lagi ingin saya tekankan bahwa burung apapun yang gacor dalam “segala cuaca” adalah burung yang tidak sakit secara fisik ataupun mental. Berikut ini saya sebutkan sejumlah kondisi burung yang hanya ngeriwik atau hanya bunyi pada waktu dan tempat tertentu.
1. Burung hanya ngeriwik terus.Burung yang hanya ngeriwik biasanya adalah:
= Burung tua atau pun muda terutama tangkapan hutan. Sebab, meski muda, burung hasil tangkaran biasanya mau gacor. Mengapa? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan manusia dan karenanya dia tidak ada kendala takut kepada manusia dan lingkungannya. Sedangkan burung tangkapan hutan, perlu penyesuaian yang lama dengan lingkungan manusia. Dia harus melalui proses penjinakan sehingga cepat beradaptasi.
Kalau Anda memelihara burung tangkapan hutan, kadang perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, setelah masa mabung barulah dia bisa beradaptasi. Syaratnya, selama waktu itu pula dia ditempatkan di tempat yang relatif ramai, dekat orang rumah berlalu lalang.
Jadi Anda jangan terlalu berharap bahwa burung hasil tangkapan hutan mau gacor dalam waktu singkat sekitar 1-2 bulan. Perlu berbulan-bulan sampai benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebenarnya adalah burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan, dalam hal ini oleh lingkungan yang sama sekali asing bagi dia.
Burung memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau bahkan hanya diam sama sekali. Cek saja kalau burung Anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki masa mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.
Burung habis mabung, biasanya juga cuma ngeriwik. Dia tidak mau gacor sebagaimana ketika bekum mabung. Hal itu disebabkan, masa rekondisi pasca mabung memang memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk burung-burung tertentu, yang bahkan dalam kondisi mabung masih tetap gacor. Artinya, secara umum, burung yang baru saja mabung sebenarnya adalah burung yang tidak atau belum sehat secara fisik. Untuk mempercepat kesehatannya pulih, pastikan saja kecukupan nutrisinya.
Burung yang kalah setelah diadu, biasanya juga hanya ngeriwik-ngeriwik terus tidak mau lagi gacor. Kalau hal itu terjadi pada burung Anda, maka burung Anda perlu dikarantina. Sampai kapan? Kadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau biasanya setelah melewati lagi masa mabung. Selama perawatan, Anda jugta perlu memperhatikan kecukupan pakan dan gizinya.
2. Burung hanya gacor pada waktu tertentu.
Ada burung tertentu yang hanya gacor pada pagi hari sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebenarnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan bisa juga karena tidak atau belum birahi sepenuhnya. Burung yang birahi, biasanya gacor sepanjang hari. Tentu dalam hal ini Anda harus mengusahakan bagaimana agar burung tersebut bisa birahi.
Burung-burung muda juga punya kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya masalah waktu yang menuntut Anda untuk bersabar.
3. Burung hanya gacor di tempat tertentu.
Burung yang hanya gacor di rumah tetapi tidak di arena lomba biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit atau bisa juga karena tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Dengan demikian, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit dan sementara itu juga dilatih secara rutin tetapi terukur kalau Anda memang pengin punya burung yang mau dan terbiasa gacor di arena lomba atau di keramaian.
Burung yang hanya gacor di arena lomba tetapi tidak gacor di rumah. Burung seperti ini biasanya disebabkan olehkondisi kurang birahi. Dalam kondisi seperti itu, burung hanya birahi ketika dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yakni burung lain. Semetara kalau di rumah, di mana tidak ada musuh, dia tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu salah satu kuncinya.
Namun demikian, ada juga burung yang memang sudah punya karakter seperti itu, yakni hanya mau bunyi kalau ada lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.
Yang pasti, dalam kondisi seperti apa burung Anda saat ini, Anda tetap perlu membaca artikel  Rahasia Burung Jawara dan Hormon testosteron pemicu revolusi perawatan burung kicauan.

Waktu ideal untuk menyapih dan meloloh anakan murai batu


Beberapa penangkar pemula murai batu (MB) sering kecewa melihat piyik yang baru disapih dari induknya mati mengenaskan. Hal ini juga kerap dikeluhkan para MB mania yang memiliki piyik dari indukan betina yang dipeliharanya. Mereka ragu dan kapok untuk meloloh anakan MB, sehingga mengambil jalan praktis menyerahkan pengasuhan anakan kepada induknya.
Upaya menyapih dan meloloh anakan murai batu ini sebenarnya memiliki tujuan bagus, yaitu meningkatkan produktivitas indukan dalam menghasilkan anakan-anakan MB selanjutnya. Bagi penangkar, stok anakan adalah jualan utama mereka.
Pertanyaannya, berapa waktu ideal untuk memisahkan anak dari induknya, sehingga kita dapat  mengambilalih peran induk dalam meloloh anaknya? Selain itu, bagaimana metode yang tepat untuk meloloh anakan MB?
Masalah ini sebenarnya sudah dikupas-tuntas dalam artikel Om Kicau (cek Penangkaran Murai Batu, kemudian lihat subjudul Manajemen Anakan). Artikel tersebut bukan hanya menjelaskan manajemen anakan saja, tetapi seluruh bagian terpenting dalam penangkaran murai batu.
Disebutkan bahwa waktu ideal untuk menyapih anakan dari indukan berkisar antara usia 5-10 hari. Yang dimaksud menyapih di sini adalah proses memisahkan anakan dari induknya, yang kemudian diikuti dengan aktivitas meloloh anakan MB tersebut.
Rentang waktu 5-10 hari ini disusun berdasarkan kondisi anakan, serta kesibukan kita selaku pemelihara atau penangkar. Kalau waktu penyapihan kurang dari 5 hari, kondisi anakan masih terlalu lemah.
Bagi yang belum berpengalaman, menyapih piyik terlalu dini memang menyulitkan kita saat melolohkan makanan. Namun beberapa penangkar yang berpengalaman bisa melakukannya pada umur 3-6 hari (penangkar pemula tetap dianjurkan paling cepat 5 hari, sambil belajar mendalami perawatan anakan).
Sebaliknya, jika penyapihan dilakukan setelah anakan berumur lebih dari 10 hari, mata anakan sudah terbuka, sudah bisa melihat lingkungan sekitarnya, serta sudah takut kepada manusia. Bahkan sebagian piyik sudah mulai meloncat-loncat pada umur 10-11 hari. Hal ini tentu sangat menyulitkan kita saat hendak melolohnya, karena mereka sering menolak. Padahal, pada saat yang sama, mereka butuh makan tetapi belum bisa makan sendiri.

Sediakan peralatan pendukung

Piyikan MB dalam Inkubator
Piyikan MB dalam inkubator
Sebelum memisahkan anakan MB, siapkan  wadah seperti kardus, besek, hantaran kecil dari rotan, atau wadah apa saja asalkan bersih dan terbuat dari bahan yang tidak terlalu keras. Wadah ini dilambari dengan bahan yang sama dengan bahan penyusun sarang di kandang penangkaran. Tutup bagian atas dari bahan penyusun sarang itu dengan kapas agar lembut dan tidak melukai anakan MB.
Tempatkan anakan ke dalam wadah tersebut, kemudian dimasukkan ke dalam kotak inkubator yang bisa dibuat sendiri, atau bisa juga dibeli dari toko perlengkapan burung.
Kotak inkubator buatan sendiri bisa dipasangi lampu pijar 5 Watt, dengan jarak antara lampu dan sarang sekitar 20 cm. Pada umur 5-10 hari, usahakan suhu di dalam boks sekitar 33 – 35 derajat Celcius. Setelah itu dikurangi secara bertahap hingga mendekati suhi kamar (sekitar 30 derajat Celcius).

Bahan makanan dan frekuensi pelolohan

Meloloh Anakan MB
Meloloh Anakan MB
Makanan yang akan dilolohkan pada tahap awal (usia 5-10 hari) adalah kroto yang benar-benar bersih dari kotoran (termasuk bangkai semut). Setiap kali mau dilolohkan, celupkan dulu kroto ke dalam air matang, untuk memudahkan anakan MB dalam menelan makanan.
Makanan ini langsung dilolohkan ke paruh anakan MB, dengan alat bantu berupa penjepit (bisa dibuat dari bilah bambu yang sudah dihaluskan sepanjang 10 cm, kemudian ditekuk jadi dua di bagian tengah).
Frekuensi pelolohan bisa dilakukan setiap jam sekali. Biasanya seekor anakan MB cukup diberi 4-5 butir kroto setiap kali makan. Jika setelah diloloh, namun piyik masih cuap-cuap sambil membuka paruhnya, Anda tetap harus disiplin dengan porsi itu.
Cuap-cuap sambil buka paruh bukan berarti piyik masih lapar. Tetapi matanya belum melek, atau kalau sudah melek masih samar-samar, maka cuap-cuap menjadi salah satu cara bagi piyik untuk berinteraksi dengan lingkungan luar.
Selain itu, organ pencernaan piyik masih labil. Dikhawatirkan jika terlalu kenyak malah bisa berakibat fatal, yaitu kematian pada piyik sebagaimana sering dikeluhkan para penangkar pemula. Piyik yang terlalu kenyang pun bisa mati, karena organ pencernaannya belum berkembang dengan baik tetapi dijejali makanan terlalu banyak.
Pada umur 7 hari, Anda bisa meningkatkan menu sajian dengan menambahkan sedikit voer dan BirdVit ke dalam kroto. Frekuensi pemberian pakan tetap dipertahankan 1 jam sekali, dengan porsi yang sedikit lebih banyak.
Variasi menu makin bertambah pada umur 15 hari, dengan pemberian ekstra fooding (EF) berupa jangkrik kecil (menu lama tetap dilanjutkan). Sebelum diberikan EF, semua kaki jangkrik harus dihilangkan, dan bagian kepalanya dipencet agar pipih sehingga mudah dikonsumsi anakan MB. Lebih baik lagi jika yang diberikan adalah anakan jangkrik yang masih lembut dan berwarna putih.
Pemberian voer dimaksudkan untuk membiasakan MB mengkonsumsi pakan tersebut di kemudian hari. Beberapa penangkar pernah menceritakan pengalamannya, ketika anakan MB hanya diloloh kroto selama 1 bulan, tanpa menu lainnya. Ternyata anakan tersebut gampang sakit, bahkan kedua kakinya terlihat pengkor.
Ini karena kroto mengandung protein tinggi, tetapi kandungan vitamin dan mineralnya tidak lengkap. Padahal, hanya itulah pakan yang dikonsumsi anakan MB. Itu sebabnya, dianjurkan untuk memberikan voer, juga jangan lupa BirdVityang mengandung multivitamin dan aneka mineral yang diperlukan bagi anakan MB.

Pemindahan ke sangkar gantung

Anakan MB belajar nangkring
Anakan MB Belajar Nangkring (Foto: Baban BF)
Kapan anakan MB mulai dipindahkan ke sangkar gantung? Lingkungan sangkar jelas sangat berbeda dari lingkungan sarang tempat anakan MB sebelumnya. Di dalam sangkar, burung akan menjumpai bahan-bahan yang lebih keras, seperti jeruji dan dasar sangkar, serta tenggeran.
Untuk itu, sebelum dipindahkan ke sangkar, pastikan anakan MB sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang. Biasanya pada umur 10-11 hari, anakan MB sudah bisa meloncat-loncat, dan pada hari ke-15 mulai belajar terbang.
Agar tidak stres, sekaligus menghindari risiko cedera (terutama patah kaki yang kerap dialami anakan MB), bagian dasar sangkar harus tetap dilambari dengan bahan penyusun sarang. Jadi, kalau terjadi apa-apa, burung tetap aman dari risiko cedera.
Sediakan dua tenggeran yang dipasang secara sejajar, dengan jarak agak rapat, dalam posisi tidak terlalu tinggi dari dasar sangkar. Tenggeran sejajar akan membuat anakan MB belajar meloncar dari tenggeran yang satu ke tenggeran kedua.
Sebagai penutup tulisan ini, Om Kicau akan memperlihatkan dua video terkait dengan anakan MB. Video sebelah kiri pernah diunggah Om Kicau di youtube, tentang proses alami indukan MB ketika meloloh anaknya. Video sebelah kanan diunggah Om Toni Bajak Laut BBK, sekadar menunjukkan betapa murahnya proses meloloh burung (anak kecil pun bisa, he..he..).


Beberapa penyebab kegagalan dalam penangkaran kacer


Jumlah penangkar burung kacer di Indonesia sebenarnya jauh lebih sedikit daripada spesies burung berkicau lainnya, terutama lovebird, kenari, dan murai batu. Padahal jumlah kacer mania cukup banyak. Bahkan, bersama murai batu dan anis merah, kacer dianggap sebagai burung primadona yang harus ada dalam setiap lomba. Itu berarti penangkaran kacer memiliki prospek cerah.
kacer-sudah-jodoh
SEPASANG INDUK KACER YANG SUDAH BERJODOH (Foto: Amiexs Bird Farm)
Bagaimana cara menangkar burung kacer, Anda bisa menyimak kembali halaman Penangkaran Burung Kacer. Namun memang tidak mudah untuk menangkar burung ini. Kendala yang sering dihadapi adalah proses penjodohan: bagaimana membuat induk betina dan jantan mau dan cepat berjodoh.
Selain itu, sering pula terjadi kasus telur tidak menetas. Ada telur yang infertil (gabuk, telur yang tak dibuahi sel sperma), ada telur yang di awal pengeraman mengandung sel benih / embrio kemudian mati sebelum menetas, serta ada pula piyik yang baru beberapa jam menetas sudah mati.
Jika ditelusuri lebih jauh, berdasarkan pengalaman sejumlah penangkar dan literatur unggas, kegagalan tersebut (mulai dari masa penjodohan hingga telur menetas) disebabkan beberapa persoalan krusial tetapi sering luput dari perhatian kita.
Sedikitnya ada enam kemungkinan penyebab kegagalan dalam penangkaran kacer. Dalam hal ini, setiap penangkar bisa saja mengalami satu, dua, atau beberapa kemungkinan tersebut. Ok, silakan pencet item-item di bawah ini untuk melihat detailnya.
  1. Lingkungan di sekitar kandang terlalu ramai.
  2. Cuaca terasa panas.
  3. Induk jantan loyo.
  4. Betina yang ogah-ogahan.
  5. Asupan gizi yang tidak memadai.
  6. Jantan minta kawin saat betina sedang mengerami.
Sebagian besar materi ini juga dapat diterapkan pada jenis burung lain yang berada di kandang penangkaran. Penyesuaian bisa dilakukan terhadap jenis pakan dan ekstra fooding saja, yang tidak selalu sama antara jenis burung yang satu dan lainnya.
Dengan mengetahui detail penyebab yang lebih tepat, penangkar pun bisa mengambil tindakan secara lebih akurat. Semoga bermanfaat

Kamis, 22 November 2012

Yatim Piatu

http://www.facebook.com/aziz.mustofa.ghembel

Membangkitkan kembali breeding poksay jambul

Pada dekade 1990-an, burung poksay jambul atau white-crested laughing thrush (Garrulax leucolophus) masih banyak di pasaran. Sayangnya, burung ini kurang diminati karena suaranya yang kencang dan berisik sehingga bisa mengganggu burung lainnya. Sekarang poksay jambul justru banyak dicari karena kelangkaannya di pasaran. Bagaimana cara menangkar burung ini?
Sepasang poksay jambul

Perbedaan jantan dan betina

Poksay jambul termasuk burung monomorfik atau memiliki kemiripan bentuk antara burung jantan dan betina. Namun, berdasarkan pengalaman sejumlah penangkar, poksay jambul betina memiliki jambul yang lebih pendek dan lebih kecil daripada burung jantan.

Makanan

Makanan utama poksay jambul hampir sama dengan burung pengicau lainnya, yaitu buah-buahan dan serangga. Di alam bebas, mereka juga sering memburu kadal kecil.

Tips penangkaran

Poksay Jambul
Anakan poksay jambul di penangkaran
Untuk menangkar poksay jambul diperlukan kandang penangkaran dengan ukuran minimal 2 m x 1 m x 2m. Lebih baik lagi jika kandang penangkaran berukuran besar, misalnya 4 m x 2 m x 4m. Di dalam kandang bisa ditanami / diletakkan pohon dengan ranting yang rimbun seperti pohon beringin, dan sebagainya.
Tempat sarang bisa menggunakan tempat sarang yang terbuat dari rotan. Tempatkan beberapa wadah sarang di beberapa lokasi di dalam kandang, misalnya di ranting pohon, digantung di tembok, dan ditaruh di tempat terbuka. Tujuannya agar burung bisa memilih sendiri sarang yang ingin igunakannya sebagai tempat bertelur.
Setelah burung memilih salah satu tempat sarang, maka tempat sarang yang lainnya bisa disingkirkan. Sediakan beberapa bahan untuk membuat sarang seperti daun bambu, cemara, serat nanas, ijuk, ranting kering, dan bahan lainnya yang diperlukan. Bahan-bahan ini bisa dibeli di toko pakan dan perlengkapan burung.
Anakan Poksay Jambul
Anakan poksay jambul
Induk betina rata-rata bisa bertelur sebanyak 2-4 butir, yang akan dierami selama 12-17 hari. Jika sudah menetas, piyik akan berkembang cepat dan umumnya menjadi trotolan pada usia 14-16 hari. Masa penyapihan sekitar umur 35-45 hari.
Selama masih diloloh induknya hingga dewasa, anakan ini harus selalu diberi jangkrik dan ulat hongkong setiap pagi dan sore harinya.
Om dan Tante juga bisa mempelajari kembali artikel Sukses menangkar poksay hongkong, untuk mengadopsi beberapa tips penangkaran burung poksay hongkong yang masih merupakan kerabat dekat poksay jambul.

Fakta mengenai poksay jambul

  • Ada sekitar 50 spesis yang memiliki hubungan kekerabatan dengan poksay jambul, termasuk poksay hitam-putih asal Sumatera (Garrulax bicolor). Namun kicauan poksay hitam putih kurang bervariasi alias monoton.
    Poksay hitam-putih asal Sumatera
  • Kaki poksay jambul sangat kuat, tetapi cara terbangnya justru terlihat lemah. Jika terbang dalam jarak jauh, mereka harus melakukannya bersama kelompok besanyr (mencapai 100 ekor atau lebih).
  • Burung ini memiliki bulu yang sangat halus dengan sayap dan kaki yang pendek.
  • Poksay jambul termasuk jenis burung yang aktif dan memiliki kebiasaan melompat.
  • Di habitat aslinya, burung ini membangun sarang mereka dengan jarak dua meter dari tanah. Bahan utama pembuatan sarang mereka adalah daun bambu.
  • Musim kawin terjadi sejak Maret hingga Agustus, tetapi dalam kandang penangkaran bisa berkembang biak sepanjang tahun (burung yang produktif).
Semoga bermanfaat.